Tantangan Menutup Islam-watch: Debat tentang Qur’an 9:5, yang dikenal sebagai ‘Ayat Pedang’
oleh MA Khan & Ahmed
03 Dec, 2008
________________________________________
Debat antara M.A. Khan (pengurus http://www.Islam-Watch.org) dan Pak Ahmed:
Part 1: Challenge to Close Down Islam-watch: Debate on Quran 9:5, the 'Sword Verse'
Part 2: Challenge to Close Down Islam-watch: Muhammad, Not Meccans, Broke Hudaybiyah Treaty
Part 3: Challenge from Ahmed: Islam-watch Remains Live; Ahmed Leaves with Respect
________________________________________
Dari Pak Ahmed
Perihal: Tantangan Untukmu
Aku adalah seorang Muslim yang bertekad menghancurkan konsep ngawurmu tentang Sura 9:5 yang katamu menyuruh Muslim melakukan terorisme. Aku ingin menantangmu berdebat tentang Sura ini, sama seperti yang telah kulakukan terhadap orang2 Kristen lain (meskipun kau bukan Kristen), dan membantah tuduhanmu. Aku tantang kamu, dan jika kau bisa menang debat atas diriku, maka aku janji akan meninggalkan Islam!!
Ini adalah bukti aku bersungguh-sungguh, kawan2, dan kuharap nantinya kau sadar akan kesalahanmu yang besar. ________________________________________
Jawaban M.A.Khan
Sepengetahuan kami, ayat ini ditujukan bagi masyarakat pagan, dan menetapkan nasib akhir mereka dalam Islam. Ayat ini menetapkan dua pilihan bagi mereka: masuk Islam atau mati.
Silakan ajukan argumen-mu dan mari kita mulai perdebatan. Kutunggu pembuktianmu bahwa kami salah dan kami akan menutup website ini.
________________________________________
Dari Ahmed
Apakah kau tidak tahu bahwa Q 9:5 ini diwahyukan dalam keadaan perang? Pada saat itu, pihak pagan dan Muslim mengadakan perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Hudaiybiyah. Tapi pihak pagan melanggar perjanjian ini dan menyerang sekutu2 Muslim,
Karenanya, dengan alasan pengampunan, mereka pun diberi tiga pilihan:
1) Membatalkan perjanjian
2) Memutuskan hubungan dengan Banu Bakr (sekutu pagan yang menyerang sekutu Muslim yakni Banu Khuza)
3) Bayar uang darah bagi orang2 Khuza yang dibunuh.
Tapi kaum pagan, karena memang pada dasarnya tidak berniat damai dengan Muslim, mengambil keputusan membatalkan perjanjian, dan memilih pilihan nomer satu. Setelah itu, Nabi Muhammad dan tentaranya mengumumkan perang atas kaum pagan ini. Lalu mereka masih diberi PILIHAN LAIN, yakni bertobat dari kesalahan mereka, dan jadi warga yang baik ATAU dibunuh jika mereka terus melakukan perbuatan mereka yang jahat. Mereka itu sebenarnya sudah layak dibunuh.
Kau lihat sendiri, semua masalah dimulai oleh kaum pagan (lihat dong konteksnya di hadis, Qur’an, dan tafsir).
Kalau kau tidak setuju dengan hal ini, maka jelaskan mengapa.
________________________________________
Jawaban M.A. Khan
Ayat 9:5 tidak ada hubunganya dengan pembatalan Perjanjian Hudaibiyah. Ayat ini diwahyukan setelah Muhammad menaklukkan Mekah di tahun 8 Hijrah. Bagian awal dari Sura ini, yakni ayat2 1-37, diwahyukan semasa kegiatan Haji di tahun 9 Hijra. Maududi menjelaskan turunnya Sura ini sebagai berikut:
Bagian awal (ayat2 1-37) diwahyukan di Zil-Qa’adah di tahun 9 Hijrah. Pentingnya hal ini sehubungan dengan kegiatan Haji di mana sang Nabi Suci mengirim Hadrat Ali untuk menyusul Hadrat Abu Bakr, yang telah berangkat ke Mekah sebagai pemimpin umat Muslim ke Ka’bah. Sang Nabi memerintahkan Ali untuk menyampaikan pesan di hadapan para wakil berbagai suku Arab tentang peraturan baru Islam terhadap para musyrikin.
Ibn Kathir menjelaskan pewahyuan Q 9:5 sebagai berikut:
Bagian pertama dari Sura terhormat ini diwahyukan pada Rasul Allâh ketika dia baru kembali dari Perang Tabuk, di masa ibadah Haji, yang rencananya akan dihadiri sang Nabi. Tapi dia ingat bahwa kaum pagan saat itu masih melakukan ibadah Haji, sama seperti di tahun2 sebelumnya, dan mereka juga melakukan Tawaf mengelilingi Ka’bah dalam keadaan telanjang. Dia tidak suka berhubungan dengan kaum pagan ini dan lalu dia mengirim Abu Bakr As-Siddiq, untuk memimpin ibadah Haji tahun itu dan menunjukkan masyarakat tatacara ibadah Islam, dan memerintahkan Abu Bakr untuk memberitahu kaum pagan bahwa mereka tidak boleh lagi melakukan ibadah Haji setelah masa itu. Sang Nabi memerintahkan Abu Bakr untuk menyatakan pengumuman,
﴿بَرَآءَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ﴾
Ibn Kathir menambahkan:
Abu Ma’shar Al-Madani berkata bahwa Muhammad bin Ka’b Al-Qurazi dan beberapa orang lain berkata, “Rasul Allâh mengirim Abu Bakr memimpin ibadah haji di tahun ke sembilan (Hijrah). Dia juga mengirim ‘Ali bin Abi Talib dengan 30 atau 40 ayat2 dari Sura Bara’ah (At-Taubah), dan dia pun melafalkannya pada orang2, yang isinya memberi ijin pada kaum pagan selama 4 bulan untuk bebas bergerak di daerah tersebut. Dia melafalkan ayat2 ini di hari ‘Arafah (ke-9 dari Dhul-Hijjah). Kaum pagan diberi waktu 20 hari (sampai akhir) masa bulan Dhul-Hijjah, Muharram, Safar, Rabi’ Al-Awwal dan 10 hari Rabi` Ath-Thani. Dia mengumumkan pada mereka di daerah tempat mereka berkemah, ‘Tiada orang Musyrik yang boleh melakukan ibadah haji setelah tahun ini, atau bertelanjang melakukan Tawaf mengelilingi Ka’bah.”’ Maka Allâh berkata,
Quran 9:5 menyatakan,
Tapi setelah bulan2 terlarang (yakni 4 bulan masa damai yang disebut di Q 9:2) berlalu, maka perangi dan bunuh kaum pagan di mana pun kau menjumpai mereka, tawan mereka, tindas mereka, dan tiaraplah menunggu untuk menyergap mereka (dalam perang); tapi jika mereka bertobat dan melakukan sholat dan berzakat, maka ampuni mereka: karena Allâh itu Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Tentang pentingnya guna Q 9:5, yakni ayat pedang, Ibn Kathir menulis:
(Kalifah) Abu Bakr As-Siddiq menggunakan ayat ini dan ayat2 terhormat lainnya sebagai alasan untuk memerangi mereka yang tidak mau bayar Zakat. Ayat2 ini mengijinkan Muslim memerangi orang lain, kecuali dan sampai, mereka memeluk Islam dan melakukan ibadah dan kewajibannya. Allâh menyatakan hal terpenting dalam Islam di sini, juga hal penting lainnya. Sudah jelas bahwa hal2 terpenting dalam Islam setelah Dua Kesaksian (Syahadah), adalah Sholat, yang merupakan hak Allâh, yang Maha Tinggi, lalu Zakat, yang menguntungkan pihak kaum miskin dan yang membutuhkan. Ini merupakan ibadah2 yang paling mulai yang dilakukan manusia, dan itulah sebabnya mengapa Allâh seringkali menyebut Sholat dan Zakat bersamaan. Di dua hadis sahih, tertulis bahwa Ibn ‘Umar mengatakan bahwa Rasul Allâh berkata,
«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاة»
(Aku telah diperintahkan untuk memerangi orang2 sampai mereka bersaksi tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allâ dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allâ, melakukan Sholat, dan bayar Zakat.) Ayat (9:5) yang terhormat ini disebut sebagai Ayat Pedang. Ibn ‘Abbas menjelaskan mengenai ayat ini: “Tiada perjanjian atau janji keamanan bagi kaum pagan sejak Sura Bara’ah diwahyukan. Masa 4 bulan, dan juga semua perjanjian yang dilakukan sebelum Sura Ba’rah diwahyukan dan diumumkan telah berakhir di hari ke sepuluh bulan Rabi’ Al-Akhir.”
Kau menganjurkan aku membaca keterangan dari para ahli Islam. Ternyata keterangan2 mereka menjelaskan bahwa ayat ini (Q 9:5) adalah Ayat Pedang. Ayat ini menetapkan nasib akhir para pemuja berhala, kaum pagan, kaum animis, atheis, dan kafir2 lainnya dalam Islam. Mereka punya pilihan akhir: masuk Islam atau menghadapi pedang Islam.
Kuharap sekarang kau sadar kau tidak membuat Pekerjaan Rumah (PR)-mu sewaktu menantang aku. Kami masih sangat ingin menutup website kami jika kami terbukti salah. Kutunggu bantahanmu selanjutknya; tapi sebaiknya kau membuat PR-mu terlebih dahulu sebelum mengirim jawaban. Jika tidak, maka jawabanmu hanya membuang waktu kami saja.
Untuk pernyataan pelanggaran Perjanjian Hudaibiya, sebenarnya Muhammad sendirilah yang melanggarnya, dan bukan pihak Quraish. Silakan baca artikel ini sebagai referensi:
Taktik of Hamas dan Perjanjian Hudaibiyya yang dibuat Nabi Muhammad
bersambung...
